Ketua Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Kabupaten Bekasi, Aboy Maulana, memberikan pernyataan tegas terkait isu yang beredar mengenai keterlibatan Pondok Modern Darussalam Gontor dalam memberikan teguran kepada Presiden Prabowo Subianto.
Narasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa pihak Gontor sengaja menyampaikan teguran kepada Presiden melalui pembacaan Surat Al-Ahzab ayat 70 hingga 73 dalam rangkaian acara Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Gontor. Namun, Aboy Maulana memastikan bahwa klaim tersebut sama sekali tidak benar.
Menurut Aboy, anggapan bahwa pembacaan ayat suci Al-Qur'an tersebut dimaksudkan sebagai bentuk teguran kepada kepala negara adalah sebuah kekeliruan informasi. Ia menilai narasi yang sengaja dibangun untuk menyudutkan pihak pondok maupun presiden tersebut sebagai sebuah fitnah yang sangat keji.
Lebih lanjut, Aboy menekankan pentingnya masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas sumbernya, terutama yang berkaitan dengan institusi pendidikan Islam ternama seperti Gontor dan pemimpin negara. Ia berharap agar segala bentuk simpang siur informasi dapat segera dihentikan agar tidak menimbulkan kegaduhan lebih lanjut di tengah masyarakat.
Pondok Modern Darussalam Gontor sendiri dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam paling berpengaruh di Indonesia. Berdiri sejak tahun 1926, lembaga ini mengadopsi sistem pendidikan modern yang mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan ilmu pengetahuan umum, serta memiliki jaringan alumni yang sangat luas di seluruh penjuru tanah air, yang tergabung dalam organisasi IKPM.






