Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, menekankan pentingnya penguatan sektor industri pertahanan dalam negeri sebagai langkah strategis untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini disampaikan dalam kunjungannya ke PT Pindad di Bandung, Jawa Barat.
Ahmad Muzani mengimbau agar PT Pindad terus berinovasi dan meningkatkan kapasitas produksinya guna mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pengadaan persenjataan dari luar negeri. Menurutnya, kemandirian dalam penyediaan alat utama sistem senjata (alutsista) bukan sekadar soal efisiensi anggaran, melainkan berkaitan erat dengan harga diri bangsa dan ketahanan nasional di tengah situasi geopolitik global yang dinamis.
Penguatan industri pertahanan domestik diharapkan dapat menciptakan ekosistem produksi yang berkelanjutan, di mana teknologi mutakhir dapat dikembangkan oleh putra-putri bangsa sendiri. Dengan meminimalkan impor senjata, Indonesia dinilai akan memiliki fleksibilitas lebih tinggi dalam menentukan strategi pertahanan tanpa harus terikat oleh kebijakan politik negara penyedia senjata.
Lebih lanjut, dukungan terhadap industri pertahanan dalam negeri juga dipandang dapat memicu pertumbuhan ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja ahli dan pengembangan riset teknologi militer. Upaya ini diharapkan mampu menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain kunci dalam industri pertahanan di kawasan Asia Tenggara.
Sebagai informasi, PT Pindad merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang industri strategis, khususnya dalam produksi senjata dan kendaraan tempur. Upaya peningkatan kemandirian alutsista telah menjadi agenda prioritas pemerintah Indonesia selama beberapa tahun terakhir guna mewujudkan pertahanan negara yang tangguh dan mandiri.






