PT Kimia Farma Tbk secara resmi telah memperoleh sublisensi melalui mekanisme Medicines Patent Pool (MPP) untuk mengembangkan serta memproduksi versi generik dari Baloxavir. Obat ini merupakan antivirus yang digunakan untuk menangani penyakit influenza dan dikembangkan oleh perusahaan farmasi global, Roche.
Langkah strategis ini memungkinkan Kimia Farma untuk memproduksi obat antivirus tersebut secara mandiri di dalam negeri. Dengan adanya lisensi ini, akses masyarakat terhadap pengobatan influenza yang lebih efektif dan terjangkau diharapkan dapat meningkat, mengingat Baloxavir merupakan inovasi terbaru dalam terapi antivirus influenza yang mampu bekerja dengan cepat dalam menekan replikasi virus.
Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kemandirian farmasi nasional dalam menyediakan obat-obatan esensial. Dengan memproduksi versi generik, ketergantungan terhadap impor obat-obatan paten dari luar negeri dapat dikurangi, sekaligus memastikan ketersediaan stok obat di pasar domestik tetap terjaga saat terjadi lonjakan kasus influenza di masyarakat.
Pengembangan Baloxavir versi generik oleh Kimia Farma diharapkan dapat memberikan opsi pengobatan yang lebih luas bagi tenaga medis dalam menangani pasien influenza. Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi kesehatan yang inovatif dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.





