Lukman Hakim, seorang alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor angkatan 1983, memberikan klarifikasi tegas guna meluruskan persepsi publik mengenai narasi teguran yang sempat dikaitkan dengan Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa lembaga pendidikan tersebut memiliki rasa hormat yang besar dan senantiasa memuliakan sosok Prabowo.
Persoalan ini muncul setelah beredar narasi yang mengesankan adanya teguran dari pihak Gontor terhadap Prabowo. Menanggapi hal tersebut, Lukman menjelaskan bahwa pemahaman yang berkembang di masyarakat tidaklah tepat. Menurutnya, tidak ada maksud untuk memberikan teguran atau kritik negatif kepada Prabowo dalam konteks acara yang berlangsung.
Lebih lanjut, Lukman merujuk pada penggalan ayat yang sempat menjadi sorotan. Ia menekankan bahwa penyampaian ayat tersebut tidak ditujukan secara spesifik kepada satu individu, melainkan ditujukan kepada seluruh peserta yang hadir dalam momentum peringatan satu abad Gontor. Dengan demikian, pesan tersebut bersifat umum dan menjadi bahan renungan bagi semua pihak yang mengikuti rangkaian acara tersebut.
Klarifikasi ini diharapkan dapat menghapus segala bentuk kesalahpahaman yang berkembang di ruang publik. Lukman menekankan pentingnya melihat konteks secara utuh agar tidak terjadi distorsi informasi yang dapat merusak hubungan baik antara lembaga pendidikan dengan tokoh nasional.
Pondok Modern Darussalam Gontor merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam tertua dan paling berpengaruh di Indonesia yang dikenal dengan sistem pendidikan pesantren modernnya. Selama puluhan tahun, Gontor telah mencetak ribuan alumni yang berkiprah di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, akademisi, hingga tokoh masyarakat, sehingga setiap pernyataan atau kegiatan yang melibatkan lembaga ini sering kali menjadi perhatian luas masyarakat Indonesia.






