Presiden terpilih Prabowo Subianto memberikan tanggapan resmi terkait polemik yang muncul setelah salah satu pidatonya menjadi sorotan publik. Fokus utama dari kontroversi tersebut adalah penggunaan istilah 'goblok' yang dinilai banyak pihak sebagai bentuk kurangnya apresiasi terhadap para ahli atau pakar.
Dalam penjelasannya, Prabowo menegaskan bahwa dirinya memiliki rasa hormat yang sangat tinggi terhadap para pakar. Menurutnya, kehadiran para ahli sangat krusial dalam membantu proses pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan yang tepat sasaran. Ia membantah bahwa pernyataan yang beredar di ruang publik mencerminkan sikap merendahkan terhadap intelektualitas.
Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan keprihatinannya terhadap cara informasi mengenai pernyataannya dikonsumsi oleh masyarakat. Ia merasa bahwa banyak dari ucapannya yang sering kali dipelintir atau dipotong sehingga menimbulkan makna yang berbeda dari maksud aslinya. Fenomena distorsi informasi ini, menurutnya, kerap menciptakan persepsi negatif yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Prabowo berharap agar masyarakat dapat lebih kritis dan teliti dalam menyerap informasi, terutama yang berkaitan dengan pernyataan pejabat publik, agar tidak terjadi kesalahpahaman yang meluas. Ia berkomitmen untuk tetap terbuka terhadap masukan dan kritik konstruktif dari para ahli demi kemajuan bangsa di masa depan.
Dalam sistem pemerintahan demokrasi, peran pakar atau teknokrat sangat penting untuk menjembatani antara visi politik pemimpin dengan implementasi teknis di lapangan. Kolaborasi antara otoritas politik dan keahlian akademis diharapkan dapat menghasilkan kebijakan publik yang berbasis data (evidence-based policy) guna meminimalisir risiko kegagalan program pemerintah.






