Sebuah koalisi masyarakat menyuarakan tuntutan keras terkait insiden tragis yang menyebabkan enam orang warga negara meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) dalam program Komponen Cadangan (Komcad) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Koalisi tersebut mendesak agar pihak berwenang melakukan penyelidikan menyeluruh dan transparan atas kematian para peserta tersebut.
Salah satu korban yang menjadi sorotan adalah Vanreko, seorang pemuda berusia 28 tahun. Koalisi menekankan bahwa kematian enam peserta ini tidak boleh dianggap sekadar sebagai 'kecelakaan medis' biasa. Mereka menilai ada indikasi kelalaian atau prosedur yang tidak tepat selama proses pelatihan fisik dan mental yang berat, sehingga menuntut adanya pertanggungjawaban hukum yang jelas terhadap penyelenggara kegiatan.
Lebih jauh lagi, koalisi ini mendesak pemerintah untuk segera menghentikan program Komcad, khususnya yang menyasar para pegawai pemerintah atau ASN. Mereka mengkhawatirkan adanya tren militerisasi di dalam birokrasi sipil yang dianggap tidak relevan dengan fungsi pelayanan publik. Menurut mereka, peran ASN seharusnya difokuskan pada tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien, bukan pada penguatan kemampuan militer yang berpotensi mengganggu profesionalitas sipil.
Kritik terhadap program ini muncul karena kekhawatiran akan pergeseran budaya kerja di instansi pemerintah menjadi terlalu kaku dan hierarkis layaknya organisasi militer. Koalisi berharap pemerintah mengevaluasi kembali urgensi program Komcad bagi ASN dan lebih mengutamakan keselamatan serta kesehatan para peserta jika program serupa tetap dijalankan di masa depan.






