Koalisi Tanpa Kolusi secara resmi menyampaikan desakan kepada pemerintah agar segera melakukan langkah nyata dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan serta memperkuat perlindungan terhadap ruang hidup masyarakat. Tuntutan ini muncul sebagai bentuk keprihatinan atas kondisi pengelolaan sumber daya dan wilayah yang dinilai masih jauh dari prinsip transparansi dan keadilan.
Menurut pernyataan dari koalisi tersebut, perbaikan tata kelola menjadi hal yang mendesak untuk dilakukan guna mencegah terjadinya praktik-praktik yang merugikan kepentingan publik. Mereka menekankan bahwa tanpa adanya sistem pengawasan yang ketat dan tata kelola yang bersih, risiko terjadinya penyalahgunaan wewenang akan semakin besar, yang pada akhirnya berdampak buruk pada kelestarian lingkungan dan kesejahteraan warga.
Selain masalah tata kelola, koalisi juga menyoroti pentingnya perlindungan ruang hidup. Hal ini berkaitan dengan hak masyarakat atas akses tanah, hutan, dan air yang seringkali terancam oleh ekspansi industri maupun proyek pembangunan yang tidak mempertimbangkan aspek ekologis dan sosial. Koalisi berharap pemerintah tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi jangka pendek, tetapi juga menjamin hak-hak dasar masyarakat lokal dalam mengelola ruang hidup mereka secara berkelanjutan.
Upaya ini diharapkan dapat mendorong terciptanya kebijakan yang lebih inklusif, di mana suara masyarakat terdampak didengar dan dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Dengan demikian, pembangunan yang dilakukan pemerintah dapat berjalan selaras dengan upaya pelestarian alam dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Isu mengenai perlindungan ruang hidup dan tata kelola sumber daya alam telah lama menjadi perdebatan panjang di Indonesia. Hal ini seringkali berkaitan dengan konflik agraria dan benturan kepentingan antara investasi skala besar dengan hak adat masyarakat lokal. Secara umum, penguatan regulasi di sektor lingkungan hidup dan pertanahan menjadi kunci utama untuk meminimalisir konflik sosial serta menjaga keseimbangan ekosistem demi generasi mendatang.






