Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, menekankan bahwa upaya mewujudkan kemandirian susu di tingkat nasional tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan memerlukan penguatan ekosistem peternakan yang komprehensif. Menurutnya, ketergantungan terhadap impor susu harus dikurangi dengan memperbaiki seluruh rantai produksi di dalam negeri.
Siti menjelaskan bahwa penguatan ekosistem ini mencakup berbagai aspek krusial, mulai dari peningkatan kualitas pakan ternak, penyediaan bibit sapi yang unggul, hingga akses teknologi pengolahan susu yang lebih modern. Dengan memperbaiki fondasi produksi, diharapkan produktivitas peternak lokal dapat meningkat secara signifikan sehingga mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia.
Lebih lanjut, Komisi IV DPR RI mendorong adanya kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, pelaku industri, dan para peternak kecil. Sinergi ini dianggap penting agar program-program pemberdayaan peternakan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terintegrasi dalam satu visi untuk mencapai swasembada susu.
Selain fokus pada sisi hulu, perhatian juga perlu diberikan pada sisi hilir, yakni memastikan rantai distribusi susu dari peternak ke industri pengolahan berjalan efisien. Hal ini bertujuan agar peternak mendapatkan harga yang layak dan kompetitif, yang pada gilirannya akan memotivasi mereka untuk terus mengembangkan usaha peternakannya.
Kemandirian susu nasional dipandang sebagai langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Dengan mengurangi ketergantungan pada pasar global, Indonesia diharapkan lebih resilien dalam menghadapi fluktuasi harga komoditas dunia serta mampu menjamin ketersediaan gizi bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung program pemenuhan nutrisi anak.





