PORTALSOLUSINDO
Nasional

Komnas HAM Desak Kematian Lima Peserta Latsarmil Kopdes Diusut

Oleh: Siti AminahMinggu, 28 Juni 2026 pukul 17.39
Komnas HAM Desak Kematian Lima Peserta Latsarmil Kopdes Diusut
[Iklan AdSense 728x90]

Komnas HAM Desak Kematian Lima Peserta Latsarmil Kopdes Diusut

Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendesak pihak berwenang untuk segera mengusut kematian lima peserta Latihan Dasar Militansi (Latsarmil) Komando Pembangunan Desa (Kopdes) yang terjadi di sebuah lokasi latihan di Jawa Barat. Insiden ini menimbulkan keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan masyarakat dan aktivis hak asasi manusia.

Kematian kelima peserta tersebut terjadi pada tanggal 15 Oktober 2023, dan saat ini masih menghembuskan berbagai spekulasi mengenai penyebab dan tanggung jawab atas insiden tragis ini. Menurut informasi yang diperoleh, para peserta ditemukan tidak bernyawa setelah mengalami latihan yang intensif di bawah keadaan yang sangat menuntut.

Tuntutan Transparansi dan Investigasi Mendalam

Komnas HAM menyerukan agar dilakukan investigasi yang mendalam terkait insiden tersebut. Dalam rilis persnya, Komnas HAM menyatakan bahwa setiap individu memiliki hak untuk mendapat perlindungan atas kehidupan mereka, terutama dalam kegiatan yang mengandung risiko tinggi seperti Latsarmil.

Ketua Komnas HAM, Atnike Nova Sianturi, mengatakan, "Kami meminta agar semua pihak bekerjasama dalam mengungkap fakta-fakta terkait apa yang sebenarnya terjadi selama latihan tersebut. Kematian ini tidak boleh dianggap remeh dan harus diusut tuntas."

Reaksi dari Keluarga Korban

Keluarga dari korban meminta agar penyelidikan dilakukan dengan transparan dan melibatkan pihak independen. Seorang anggota keluarga yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan rasa kehilangannya dan mempertanyakan prosedur keselamatan yang diterapkan selama latihan. "Kami ingin tahu mengapa hal ini bisa terjadi. Apakah ada kelalaian dari pengelola latihan?" ujarnya dengan nada tegas.

Kronologi Kejadian

  • Pada tanggal 14 Oktober, peserta memulai sesi latihan malam yang berlangsung sampai pagi.
  • Pada tanggal 15 Oktober, saat evaluasi, beberapa peserta melaporkan kelelahan berlebih dan mencoba meminta pertolongan.
  • Kondisi lima peserta memburuk dan ditemukan tidak bernyawa sebelum sempat mendapatkan pertolongan.

Melindungi Hak Asasi Manusi

Komnas HAM menegaskan pentingnya melindungi hak asasi manusia di semua lini, termasuk selama kegiatan pelatihan yang melibatkan aspek fisik dan mental. "Kita harus belajar dari insiden ini untuk tidak hanya menjamin keselamatan peserta, tetapi juga menegakkan prinsip-prinsip hak asasi manusia di setiap level," imbuh Atnike.

Pihak Kepolisian setempat sudah mulai menyelidiki kejadian ini dan memastikan akan memanggil pihak-pihak terkait untuk menjelaskan kondisi yang terjadi di lapangan. Masyarakat berharap agar kejadian serupa tidak terjadi di masa depan, serta mendesak perlunya peningkatan standar keamanan dan keselamatan dalam aktivitas pelatihan militer.

Disclaimer: Penggunaan teknologi AI pada artikel ini ditujukan semata-mata untuk penyempurnaan redaksional.