PORTALSOLUSINDO
Nasional

Gubernur Koster Ungkap Kondisi Pertanian Bali: Surplus Beras hingga Defisit Bawang Putih

Oleh: Reza RahadianSabtu, 11 Juli 2026 pukul 05.56
Gubernur Koster Ungkap Kondisi Pertanian Bali: Surplus Beras hingga Defisit Bawang Putih
[Iklan AdSense 728x90]

Gubernur Koster Ungkap Kondisi Pertanian Bali: Surplus Beras hingga Defisit Bawang Putih

Bali, PortalBeritaIndonesia – Gubernur Bali, Wayan Koster, mengungkapkan bahwa sektor pertanian di Pulau Dewata tengah mengalami dinamika yang cukup signifikan. Dalam statistik terbaru, Bali mencatatkan surplus beras, namun di sisi lain, mengalami defisit pada komoditas bawang putih.

Dalam konferensi pers yang diadakan pada Selasa (24/10), Koster menjelaskan bahwa surplus beras mencapai angka 180 ribu ton pada tahun ini. Prestasi ini, menurutnya, merupakan buah dari berbagai program pertanian yang telah dijalankan, termasuk penggunaan teknologi modern dan peningkatan kualitas bibit.

  • Produksi beras di Bali melonjak karena peningkatan kualitas tanah dan teknik pertanian yang lebih efisien.
  • Pemerintah daerah juga memberikan bantuan berupa alat pertanian dan pelatihan kepada petani.

Namun, kondisi ini berlawanan dengan komoditas bawang putih, di mana Bali mencatatkan defisit yang cukup signifikan, mencapai 70 ribu ton. Koster menyebutkan, faktor penyebab defisit ini antara lain adalah perubahan iklim yang berdampak pada kualitas hasil pertanian dan ketergantungan pada pasokan dari luar pulau.

  • Defisit bawang putih ini memicu meningkatnya harga di pasar lokal, yang sangat merugikan konsumen.
  • Pemerintah pun berupaya untuk menyelesaikan masalah ini dengan mendatangkan pasokan dari daerah lain dan mendorong petani lokal untuk menanam bawang putih lebih banyak.

Gubernur Koster juga mengajak masyarakat untuk lebih memilih produk lokal guna mendukung pertanian di Bali. "Mari kita cintai produk lokal kita, supaya petani kita makin sejahtera dan Bali tetap menjadi lumbung pangan," tegasnya.

Dengan semua langkah tersebut, diharapkan bahwa kondisi pertanian di Bali dapat terus membaik ke depan, dan berbagai tantangan dapat diatasi dengan inovasi dan kerja sama antara pemerintah dan petani.

Disclaimer: Penggunaan teknologi AI pada artikel ini ditujukan semata-mata untuk penyempurnaan redaksional.