Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Veronica Tan, menekankan pentingnya peran aktif kaum perempuan dalam menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan di tingkat keluarga maupun masyarakat. Salah satu langkah konkret yang didorong adalah melalui optimalisasi pemanfaatan lahan melalui program Kebun Pangan.
Menurut Veronica, perempuan memiliki kapasitas yang besar untuk menjadi penggerak utama dalam pengelolaan pangan mandiri. Dengan mengelola kebun pangan di lingkungan tempat tinggal, keluarga dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan pasar dan memastikan ketersediaan bahan pangan yang lebih sehat serta terjangkau. Inisiatif ini diharapkan tidak hanya berdampak pada aspek pemenuhan gizi, tetapi juga mampu meningkatkan kemandirian ekonomi rumah tangga.
Program Kebun Pangan ini dirancang agar perempuan dapat memanfaatkan lahan pekarangan yang tersedia untuk menanam berbagai jenis sayuran, buah-buahan, maupun tanaman obat. Selain memberikan manfaat konsumsi, hasil dari kebun pangan tersebut juga berpotensi untuk dikembangkan menjadi sumber pendapatan tambahan jika dikelola dengan manajemen yang baik.
Lebih lanjut, pemberdayaan perempuan dalam sektor pangan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan keluarga. Dengan kendali penuh atas apa yang dikonsumsi anggota keluarga, perempuan dapat memastikan asupan nutrisi yang seimbang dan berkualitas tinggi bagi anak-anak dan anggota keluarga lainnya.
Upaya penguatan peran perempuan ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem ketahanan pangan yang lebih tangguh dari level terkecil, yakni keluarga. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, gerakan kebun pangan ini diharapkan dapat meluas dan menjadi gaya hidup berkelanjutan bagi banyak keluarga di Indonesia.






