Seorang perempuan asal Padang, Sumatera Barat, bernama Iga Analusya (32), berhasil mengubah limbah sabut kelapa menjadi peluang ekonomi yang berdampak sosial. Melalui tangan dinginnya, material yang semula dianggap sampah tersebut kini disulap menjadi berbagai produk kerajinan tangan bernilai jual tinggi.
Iga mendirikan usaha bernama Farilla Craft yang memproduksi beragam barang dengan nuansa natural. Produk-produk yang dihasilkan meliputi tas, dompet, pot tanaman, hingga berbagai hiasan dekorasi rumah. Kejelian Iga dalam melihat potensi lingkungan sekitar membuatnya mampu menciptakan produk unik yang diminati pasar sekaligus mengurangi penumpukan limbah organik di wilayahnya.
Namun, keberhasilan Farilla Craft tidak hanya berhenti pada keuntungan finansial semata. Iga memanfaatkan hasil dari usaha kerajinan tersebut untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar. Salah satu fokus utamanya adalah membantu anak-anak yang putus sekolah agar dapat kembali mengenyam pendidikan.
Dengan mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi kreatif dan kepedulian sosial, Iga membuktikan bahwa inovasi berbasis lingkungan dapat menjadi solusi bagi permasalahan sosial di daerah. Upaya ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda lainnya di Padang untuk lebih peka terhadap potensi lokal dan memberikan dampak positif bagi sesama.
Sumatera Barat memang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kelapa terbesar di Indonesia. Pemanfaatan limbah sabut kelapa menjadi barang seni atau kerajinan merupakan bagian dari tren ekonomi kreatif hijau yang kini tengah dikembangkan di berbagai wilayah untuk mengurangi dampak lingkungan sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui UMKM.






