PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional III Provinsi Riau terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui implementasi energi terbarukan. Langkah nyata ini dibuktikan dengan pengoperasian enam instalasi Pembangkit Tenaga Biogas (PTBg) yang mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap penurunan emisi gas rumah kaca.
Berdasarkan data yang dihimpun, operasional keenam instalasi PTBg tersebut telah berhasil menekan emisi karbon dioksida hingga mencapai angka 88.608 ton. Pemanfaatan limbah cair kelapa sawit menjadi sumber energi biogas ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil sekaligus meminimalisir dampak negatif operasional perkebunan terhadap atmosfer.
Pengembangan teknologi biogas ini tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan, tetapi juga memberikan efisiensi energi bagi perusahaan. Dengan mengolah limbah menjadi energi listrik, PTPN IV Regional III dapat mengoptimalkan sumber daya internal untuk mendukung aktivitas produksi di wilayah Riau, sekaligus mendukung target pemerintah dalam mencapai net zero emission.
Keberhasilan penekanan emisi dalam jumlah besar ini menjadi bukti bahwa integrasi antara industri perkebunan dan teknologi ramah lingkungan dapat berjalan beriringan. Perusahaan berharap langkah ini dapat menjadi model bagi unit usaha perkebunan lainnya dalam mengelola limbah produksi menjadi energi yang bermanfaat bagi lingkungan dan operasional perusahaan.
Sebagai informasi, sektor perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu pilar ekonomi utama di Provinsi Riau dan Indonesia secara umum. Namun, industri ini sering menghadapi tantangan terkait isu lingkungan, terutama mengenai manajemen limbah cair pabrik kelapa sawit (PKS) yang jika tidak dikelola dengan benar dapat meningkatkan emisi gas metana. Oleh karena itu, penerapan teknologi biogas menjadi solusi strategis untuk mengubah limbah menjadi sumber energi alternatif yang lebih bersih.






