PORTALSOLUSINDO
Hiburan

Mahasiswi Cyber University ke Final Puteri Batik Banten 2026, Kampanyekan Budaya di Era Digital

Oleh: Rizky PratamaRabu, 01 Juli 2026 pukul 13.56
Mahasiswi Cyber University ke Final Puteri Batik Banten 2026, Kampanyekan Budaya di Era Digital
[Iklan AdSense 728x90]

Mahasiswi Cyber University ke Final Puteri Batik Banten 2026, Kampanyekan Budaya di Era Digital

Dunia pageant di Indonesia kembali diramaikan dengan kehadiran Puteri Batik Banten 2026. Salah satu finalis yang menarik perhatian adalah mahasiswi dari Cyber University yang berhasil melangkah ke babak final. Adalah Melati Pratiwi, mahasiswi program studi Desain Komunikasi Visual, yang bertekad untuk mengampanyekan budaya batik dan pengetahuan tentang warisan lokal melalui platform digital.

Setelah melewati serangkaian seleksi ketat, Melati menunjukkan kemampuannya tidak hanya dalam hal kecantikan, tetapi juga pengetahuan mendalam tentang batik yang merupakan warisan budaya Indonesia. Menurut Melati, pelestarian budaya di era digital sangat penting, terutama dengan maraknya perubahan zaman yang cepat saat ini.

Komitmen Melati untuk Melestarikan Batik

Dalam pernyataannya, Melati menyatakan, "Saya ingin mengedukasi masyarakat, terutama generasi muda, tentang pentingnya mencintai dan melestarikan budaya batik. Dalam ajang ini, saya tidak hanya berkompetisi untuk meraih gelar, tetapi juga untuk menyebarkan pesan bahwa batik adalah bagian dari jati diri bangsa yang harus kita lestarikan."

Melati akan menggunakan akun media sosialnya sebagai sarana untuk berbagi informasi tentang batik, mulai dari sejarah, teknik pembuatan, hingga makna filosofi dalam setiap motif. Rencananya, ia juga akan berkolaborasi dengan pelukis batik lokal untuk menggelar workshop di beberapa daerah, agar masyarakat lebih mengenal dan memahami batik.

Peran Cyber University dalam Pengembangan Kreativitas Mahasiswa

Cyber University mendukung penuh langkah Melati dalam berkompetisi di Puteri Batik Banten 2026. Rektor Cyber University, Dr. Siti Nurjanah, mengungkapkan kebanggaannya memiliki mahasiswi yang berprestasi dan berkomitmen untuk melestarikan budaya Indonesia. "Kami percaya bahwa pendidikan tidak hanya tentang akademik, tetapi juga tentang pengembangan karakter dan kreativitas. Melati adalah contoh yang baik bagi mahasiswa lainnya," ujarnya.

Harapan Melati untuk meraih gelar Puteri Batik Banten 2026 bukan hanya sekadar ambisi pribadi, melainkan juga upaya untuk mengajak masyarakat kembali menggali dan mengenal lebih dalam tentang kekayaan budaya Indonesia, terutama batik, yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Manusia.

Kesimpulan

Dengan kampanye Budaya di Era Digital yang dibawakan oleh Melati Pratiwi, diharapkan dapat menularkan semangat cinta budaya kepada generasi muda. Ini adalah langkah penting untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya yang telah ada sejak zaman dahulu dan menyesuaikannya dengan kemajuan teknologi saat ini.

Disclaimer: Penggunaan teknologi AI pada artikel ini ditujukan semata-mata untuk penyempurnaan redaksional.