Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian secara resmi menutup gelaran Kriyanusa 2026, sebuah pameran berskala besar yang menampilkan berbagai kekayaan kerajinan tangan dari seluruh penjuru nusantara. Acara ini menjadi momentum penting untuk memperlihatkan diversitas produk kreatif yang dihasilkan oleh para pengrajin lokal di Indonesia.
Dalam sambutannya saat menutup acara, Mendagri Tito menekankan pentingnya mengoptimalkan potensi sektor kerajinan agar tidak hanya menjadi sekadar produk hobi atau pelengkap, tetapi mampu bertransformasi menjadi pilar penggerak ekonomi kerakyatan. Menurutnya, industri kreatif berbasis kerajinan memiliki peluang besar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, terutama di daerah-daerah yang memiliki ciri khas budaya yang kuat.
Lebih lanjut, Tito menyampaikan bahwa kerajinan nusantara bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan juga merupakan representasi dari identitas bangsa. Dengan mengangkat produk kerajinan ke level yang lebih tinggi, Indonesia dapat memperkuat citra budaya di mata dunia sekaligus melestarikan warisan leluhur melalui inovasi produk yang relevan dengan kebutuhan pasar modern.
Melalui ajang Kriyanusa ini, pemerintah berharap adanya sinergi antara pengrajin, pelaku usaha, dan pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem pendukung yang lebih baik. Hal ini mencakup kemudahan akses permodalan, pengembangan desain produk, hingga perluasan jaringan pemasaran baik di tingkat domestik maupun internasional agar produk lokal mampu bersaing secara global.
Sektor ekonomi kreatif, khususnya kerajinan tangan, telah lama menjadi salah satu penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) yang signifikan di Indonesia. Selain menciptakan lapangan kerja di pedesaan, industri ini juga berperan dalam menjaga keberlanjutan bahan baku alam lokal dan mendorong pemberdayaan perempuan serta pemuda melalui pengembangan UMKM berbasis kreativitas.






