PORTALSOLUSINDO
Gaya Hidup

Mengenal Istilah 'Silent Quitting': Fenomena Karyawan yang Memperjuangkan Keseimbangan Kerja dan Kehidupan

Oleh: Andi PratamaMinggu, 12 Juli 2026 pukul 20.00
Mengenal Istilah 'Silent Quitting': Fenomena Karyawan yang Memperjuangkan Keseimbangan Kerja dan Kehidupan
[Iklan AdSense 728x90]

Mengenal Istilah 'Silent Quitting': Fenomena Karyawan yang Memperjuangkan Keseimbangan Kerja dan Kehidupan

Di tengah perubahan budaya kerja pasca-pandemi, istilah 'silent quitting' semakin banyak dibicarakan di kalangan tenaga kerja. Istilah ini merujuk pada fenomena di mana karyawan memilih untuk tidak lagi berkomitmen secara penuh terhadap pekerjaan mereka, dengan cara melakukan tugas minim untuk mempertahankan pekerjaan tanpa memberikan lebih dari yang diharuskan.

Konsep ini muncul sebagai respons terhadap tekanan yang dirasakan oleh banyak karyawan, terutama dalam menghadapi tuntutan kerja yang meningkat sekaligus tantangan dalam mencapai keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Banyak pekerja merasa terjebak dalam situasi di mana mereka harus mengorbankan waktu pribadi demi tuntutan pekerjaan.

Apa Penyebab Silent Quitting?

  • Burnout: Banyak karyawan yang mengalami kelelahan mental dan fisik akibat beban kerja yang berlebihan tanpa dukungan yang cukup.
  • Kepuasan Kerja yang Rendah: Ketidakpuasan terhadap lingkungan kerja, manajemen, atau strategi perusahaan dapat menyebabkan karyawan merasa tersisih.
  • Peningkatan Kesadaran Kesehatan Mental: Dengan semakin banyaknya pembicaraan mengenai kesehatan mental, banyak karyawan yang menyadari pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi.

Dampak Silent Quitting

Fenomena ini dapat memiliki dampak signifikan, tidak hanya bagi individu namun juga bagi perusahaan. Perusahaan mungkin akan kehilangan produktivitas, kreativitas, dan inovasi ketika karyawan memilih untuk tidak berkontribusi secara maksimal. Di sisi lain, karyawan yang mengalami silent quitting mungkin merasa tidak terpenuhi secara profesional, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan mental mereka.

Bagaimana Menghindari Silent Quitting?

Bagi perusahaan, penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang mendukung dan memungkinkan karyawan untuk merasa dihargai. Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:

  • Meningkatkan komunikasi antara manajemen dan karyawan.
  • Menyediakan dukungan serta sumber daya untuk kesehatan mental.
  • Mendorong fleksibilitas kerja untuk membantu karyawan mencapai keseimbangan.

Kesadaran akan fenomena 'silent quitting' adalah langkah awal untuk memahami dan mengatasi tantangan yang dihadapi banyak pekerja. Dengan pendekatan yang tepat, perusahaan dan karyawan dapat bekerja sama menuju lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif.

Disclaimer: Penggunaan teknologi AI pada artikel ini ditujukan semata-mata untuk penyempurnaan redaksional.