PORTALSOLUSINDO
Nasional

Menko Zulhas Perkenalkan Lahsamor, Teknologi BRIN untuk Atasi Sampah Organik di Bali

Oleh: Andi PratamaRabu, 08 Juli 2026 pukul 04.19
Menko Zulhas Perkenalkan Lahsamor, Teknologi BRIN untuk Atasi Sampah Organik di Bali
[Iklan AdSense 728x90]

Menko Zulhas Perkenalkan Lahsamor, Teknologi BRIN untuk Atasi Sampah Organik di Bali

Denpasar, Bali - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Zulkifli Hasan atau biasa disapa Zulhas, secara resmi memperkenalkan teknologi terbaru dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang diberi nama Lahsamor. Teknologi ini dirancang khusus untuk menangani masalah sampah organik di Bali, yang merupakan salah satu tantangan lingkungan terpenting di daerah pariwisata ini.

Dalam acara peluncuran yang diadakan di Bali, Zulhas mengungkapkan bahwa Lahsamor merupakan solusi inovatif yang mengubah sampah organik menjadi produk bernilai tinggi, seperti pupuk dan energi terbarukan. "Dengan lahirnya teknologi ini, kami berharap dapat mengurangi jumlah sampah organik yang dihasilkan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah," ujarnya.

Solusi untuk Masalah Lingkungan di Bali

Bali, yang terkenal dengan keindahan alam dan budayanya, saat ini menghadapi permasalahan serius terkait sampah. Menurut data, sekitar 60% dari total sampah di Bali adalah sampah organik. Hal ini mengakibatkan meningkatnya ketidaknyamanan dan mengancam kelestarian lingkungan.

Zulhas menambahkan, teknologi Lahsamor tidak hanya membantu dalam pengelolaan sampah, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan baru. "Kami mengajak masyarakat untuk terlibat dalam program ini, baik sebagai pengelola sampah ataupun pengusaha di sektor yang dihasilkan," tuturnya.

Kontribusi BRIN dalam Inovasi Lingkungan

Direktur BRIN mengungkapkan bahwa Lahsamor adalah hasil riset intensif yang melibatkan teknologi ramah lingkungan. "Kami berharap teknologi ini dapat menjadi model bagi daerah lain di Indonesia yang menghadapi masalah serupa. Ini adalah langkah maju dalam pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan," katanya.

Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Bersih

Dengan adanya peluncuran teknologi Lahsamor, diharapkan Bali dapat menjadi panutan dalam manajemen lingkungan sehat dan berkelanjutan. Pemerintah daerah pun menyambut baik inisiatif ini dan berjanji untuk mendukung implementasi teknologi ini di berbagai kawasan.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga penelitian, Zulhas meyakini bahwa Bali bisa mencapai tujuan menjadi pulau yang bersih dari sampah organik. "Ini saatnya kita bergerak bersama untuk lingkungan yang lebih baik," tutupnya.

Disclaimer: Penggunaan teknologi AI pada artikel ini ditujukan semata-mata untuk penyempurnaan redaksional.