Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji, menegaskan bahwa sektor industri memiliki peran krusial sebagai mesin penggerak atau daya ungkit bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, penguatan industri tidak hanya akan meningkatkan output produksi, tetapi juga memberikan dampak positif yang luas terhadap stabilitas ekonomi makro Indonesia.
Menperin menekankan bahwa transformasi industri yang tepat sasaran akan mampu menciptakan nilai tambah bagi produk dalam negeri. Dengan menjadikan industri sebagai pilar utama, pemerintah berharap dapat mengurangi ketergantungan pada komoditas mentah dan beralih menuju struktur ekonomi yang lebih berbasis manufaktur. Hal ini dinilai penting untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di masa depan.
Lebih lanjut, Muhammad Sarmuji menggarisbawahi perlunya sinergi antara berbagai pemangku kepentingan guna menciptakan ekosistem industri yang kompetitif. Inovasi teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci agar produk industri nasional mampu bersaing, baik di pasar domestik maupun di kancah internasional.
Upaya menjadikan industri sebagai daya ungkit ini diharapkan dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja dan mendorong munculnya investasi baru. Dengan penguatan sektor manufaktur, pemerintah optimis bahwa target pertumbuhan ekonomi yang telah ditetapkan dapat tercapai melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi di berbagai lini industri.
Sektor industri manufaktur secara umum merupakan salah satu pilar utama dalam struktur Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Selain berkontribusi pada pendapatan negara, industrialisasi juga berperan penting dalam proses hilirisasi, yakni mengolah bahan mentah menjadi barang jadi atau setengah jadi untuk meningkatkan nilai jual produk ekspor Indonesia di pasar global.






