Menteri HAM Tak Setuju Latihan Fisik Berlebihan di Latsarmil Calon Manajer Kopdes
Jakarta, Indonesia - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yasonna Laoly menyatakan ketidaksetujuannya terhadap pelaksanaan latihan fisik yang berlebihan pada Latihan Dasar Militer (Latsarmil) bagi calon manajer Kelompok Usaha Bersama (Kopdes). Penegasan ini disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (21/11).
Menurut Yasonna, latihan fisik yang berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif tidak hanya bagi kesehatan fisik peserta, tetapi juga kesehatan mental. "Kita harus ingat bahwa tidak semua calon manajer memiliki latar belakang yang sama, dan kita harus menghargai batasan individu masing-masing," tuturnya.
Dalam kegiatan Latsarmil yang berlangsung di kawasan Pusat Pendidikan Militer tersebut, sebagian besar peserta melaporkan adanya program latihan yang dirasa terlalu melelahkan dan berpotensi mengancam kesehatan mereka. Beberapa peserta bahkan mengungkapkan keluhan mengenai cedera fisik akibat program yang tidak sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Pentingnya Pendekatan yang Berimbang
Menteri Yasonna menekankan pentingnya pendekatan yang berimbang dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan. Ia berharap panitia penyelenggara dapat merancang program latihan yang tidak hanya fokus pada aspek fisik tetapi juga mengedepankan nilai-nilai teamwork, kepemimpinan, dan Manajemen Risiko.
"Latihan harus dilakukan dengan bijak, ketahanan fisik harus dikombinasikan dengan pengetahuan yang mumpuni tentang manajemen dan organisasi. Kami tidak ingin menghasilkan pemimpin yang hanya kuat secara fisik tetapi lemah dalam aspek lainnya," ujarnya.
Respon dari Pihak Penyelenggara
Pihak penyelenggara Latsarmil saat ini tengah mengkaji saran dari Menteri Yasonna dan berencana untuk melakukan evaluasi terhadap kurikulum yang ada. "Kami berkomitmen untuk menyusun program latihan yang lebih inklusif dan sesuai dengan kebutuhan peserta," kata salah satu panitia yang enggan disebutkan namanya.
- Menjaga keseimbangan antara fisik dan mental peserta
- Mengurangi risiko cedera selama pelatihan
- Meningkatkan aspek kepemimpinan dan manajerial
Dengan adanya masukan dari Menteri Yasonna, diharapkan pelaksanaan Latsarmil di masa depan dapat berjalan lebih efektif dan bermanfaat bagi semua peserta, baik secara individu maupun secara kolektif.