Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menekankan bahwa seni pertunjukan, khususnya teater, memiliki potensi besar untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat. Menurutnya, teater tidak seharusnya dipandang sekadar sebagai hiburan atau tontonan semata, melainkan harus mampu berperan sebagai sarana edukasi dan tuntunan moral.
Fadli Zon menjelaskan bahwa melalui narasi dan pementasan yang tepat, seni teater dapat digunakan sebagai instrumen strategis untuk menyuarakan isu-isu sosial yang krusial. Salah satu fokus utama yang disoroti adalah pemberantasan praktik perdagangan orang (human trafficking). Dengan mengemas pesan peringatan dan kesadaran dalam bentuk pertunjukan, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada terhadap ancaman kriminalitas tersebut.
Lebih lanjut, Menbud menilai bahwa pendekatan seni cenderung lebih mudah diterima oleh berbagai lapisan masyarakat dibandingkan dengan sosialisasi formal. Kekuatan teater terletak pada kemampuannya untuk menyentuh emosi penonton, sehingga pesan moral yang disampaikan dapat terinternalisasi dengan lebih efektif. Hal ini menjadikan seni pertunjukan sebagai media kampanye sosial yang kuat untuk mencegah jatuhnya korban perdagangan orang.
Upaya mengintegrasikan pesan sosial ke dalam karya seni ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai modus penipuan yang berujung pada perdagangan manusia. Dengan demikian, ekosistem seni budaya di Indonesia tidak hanya berkembang secara estetika, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam menyelesaikan permasalahan kemanusiaan di tanah air.






