Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) secara resmi merayakan hari jadi yang ke-45. Organisasi yang menjadi wadah bagi majelis taklim di seluruh Indonesia ini terus berkomitmen untuk memperkuat peran perempuan dalam berbagai lini kehidupan masyarakat.
Dalam momentum peringatan milad tersebut, Syifa Fauzia menekankan pentingnya bagi kaum perempuan untuk bangkit dan menjadi pribadi yang berdaya. Menurutnya, pemberdayaan perempuan bukan sekadar peningkatan kapasitas diri, melainkan langkah strategis agar perempuan mampu memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan keluarga maupun masyarakat luas.
BKMT sendiri memiliki sejarah panjang dalam membina umat. Didirikan pada 1 Januari 1981 oleh Prof. Tutty Alawiyah, organisasi ini telah bertransformasi menjadi gerakan keumatan yang memiliki jaringan luas. Fokus utamanya adalah memberikan edukasi keagamaan serta pengembangan keterampilan bagi para anggotanya agar tidak hanya unggul dalam aspek spiritual, tetapi juga mandiri secara sosial dan ekonomi.
Melalui perayaan usia ke-45 ini, BKMT diharapkan dapat terus menjadi motor penggerak bagi perempuan Indonesia dalam menghadapi tantangan zaman. Semangat keberdayaan yang diusung diharapkan mampu menciptakan generasi perempuan yang kritis, produktif, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai religiusitas dalam menjalankan perannya di tengah masyarakat.
Sebagai organisasi keagamaan perempuan terbesar di Indonesia, BKMT memainkan peran krusial dalam literasi keagamaan di tingkat akar rumput. Majelis taklim yang menjadi basis massa BKMT seringkali menjadi pusat pembelajaran agama non-formal bagi kaum ibu, yang berdampak signifikan pada pola asuh anak dan ketahanan keluarga di berbagai wilayah Indonesia.






