Banyak orang masih meyakini bahwa mengonsumsi susu secara rutin dapat menyebabkan peningkatan berat badan secara signifikan. Anggapan ini sering kali membuat sebagian individu merasa ragu untuk memasukkan susu ke dalam menu harian mereka, terutama bagi mereka yang sedang menjalankan program penurunan berat badan atau menjaga indeks massa tubuh.
Namun, jika ditinjau dari perspektif nutrisi, kenaikan berat badan tidak terjadi hanya karena konsumsi satu jenis minuman saja. Kunci utama dari perubahan berat badan adalah keseimbangan antara jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman dengan jumlah kalori yang dibakar melalui aktivitas fisik serta metabolisme tubuh. Oleh karena itu, susu sebenarnya bisa menjadi bagian dari diet sehat asalkan dikonsumsi dalam porsi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan kalori harian masing-masing individu.
Kandungan nutrisi dalam susu, seperti protein dan kalsium, justru dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tulang dan membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Hal ini dapat membantu seseorang dalam mengontrol nafsu makan sehingga tidak konsumsi makanan berlebih. Yang perlu diperhatikan adalah jenis susu yang dipilih; misalnya, susu dengan tambahan gula tinggi atau susu full cream tentu memiliki jumlah kalori yang lebih besar dibandingkan dengan susu rendah lemak (low fat) atau susu skim.
Sebagai kesimpulan, susu bukanlah penyebab tunggal kegemukan. Efeknya terhadap berat badan sangat bergantung pada total asupan kalori harian dan tingkat aktivitas fisik seseorang. Dengan pemilihan jenis susu yang tepat dan pola makan yang seimbang, susu dapat menjadi pelengkap nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh tanpa harus khawatir akan peningkatan berat badan yang tidak diinginkan.






