PORTALSOLUSINDO
Nasional

MUI: Produk Bernuansa Erotis tak Dapat Sertifikat Halal

Oleh: Siti AminahMinggu, 12 Juli 2026 pukul 16.33
MUI: Produk Bernuansa Erotis tak Dapat Sertifikat Halal
[Iklan AdSense 728x90]

MUI: Produk Bernuansa Erotis tak Dapat Sertifikat Halal

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa produk yang memiliki nuansa erotis tidak akan mendapatkan sertifikat halal. Ketentuan ini merujuk pada pedoman fatwa yang dikeluarkan oleh MUI terkait dengan produk-produk yang beredar di pasar.

Menurut penjelasan dari Kepala MUI, produk yang bersifat sensual dan bernuansa erotis dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai agama dan tidak layak untuk dipasarkan kepada masyarakat Muslim. Sikap tegas ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk menjaga moral dan etika dalam masyarakat.

“Kami menghimbau kepada produsen dan masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih produk yang akan dipasarkan dan dikonsumsi.Produk yang memiliki unsur erotis tidak sejalan dengan prinsip halal yang kami terapkan,” ungkapnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (24/10).

  • Fatwa yang dikeluarkan MUI bukan hanya berlaku pada produk makanan dan minuman, tetapi juga pada produk kosmetik, obat-obatan, serta barang konsumsi lainnya.
  • Produsen diharapkan untuk mematuhi regulasi dan pedoman yang telah ditetapkan MUI untuk menjaga kepercayaan konsumen.
  • MUI juga mendorong produsen untuk lebih inovatif dalam menciptakan produk yang sesuai dengan syariat tanpa mengorbankan nilai-nilai estetika dan kualitas.

Kepala Bidang Fatwa MUI, Dr. Abdul Kholiq menambahkan, “Kami terus memantau peredaran produk di pasar dan akan memberikan sanksi tegas bagi yang melanggar ketentuan ini.”

Pernyataan ini datang di tengah maraknya produk-produk yang mengandung unsur sensual dan diharapkan dapat mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memilih produk yang sesuai dengan ajaran Islam.

Dengan demikian, MUI berharap ketentuan ini dapat membantu masyarakat dalam membuat pilihan yang cerdas dan sesuai dengan prinsip halal dalam kehidupan sehari-hari.

Disclaimer: Penggunaan teknologi AI pada artikel ini ditujukan semata-mata untuk penyempurnaan redaksional.