PORTALSOLUSINDO
Nasional

Muktamar NU ke-35: Mencari Nakhoda Abad Kedua

Oleh: Andi PratamaJumat, 10 Juli 2026 pukul 13.00
Muktamar NU ke-35: Mencari Nakhoda Abad Kedua
[Iklan AdSense 728x90]

Muktamar NU ke-35: Mencari Nakhoda Abad Kedua

NU atau Nahdlatul Ulama, organisasi Muslim terbesar di dunia, sedang bersiap untuk menggelar Muktamar ke-35 yang akan berlangsung pada tanggal 25 hingga 28 November 2023 di Surabaya, Jawa Timur. Muktamar kali ini diharapkan menjadi momentum penting untuk menentukan arah dan kepemimpinan NU di abad kedua keberadaannya.

Agenda Muktamar

Dalam Muktamar ke-35 ini, agenda utama yang akan dibahas antara lain adalah:

  • Penetapan sistem kepemimpinan baru untuk periode selanjutnya.
  • Pembahasan isu-isu strategis seperti perkembangan teknologi, pendidikan, dan sosial.
  • Peningkatan peran NU dalam menjaga kerukunan umat dan keberagaman di Indonesia.

Kandidasi Calon Pemimpin

Sejumlah nama mulai mencuat sebagai calon ketua PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) di Muktamar kali ini. Di antaranya adalah:

  • KH. Yaqut Cholil Qoumas, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Agama RI.
  • KH. Said Aqil Siradj, mantan Ketua Umum PBNU yang memiliki pengaruh besar di kalangan Nahdliyin.
  • KH. Hamdan Zoelva, tokoh muda yang dikenal aktif dalam isu-isu sosial dan pendidikan.

Harapan dari Muktamar

Para peserta muktamar diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi dan keputusan yang akan membawa NU ke arah yang lebih progresif dan modern, sambil tetap berpegang pada nilai-nilai tradisional yang telah menjadi karakteristik organisasi ini. Muktamar ini juga menjadi harapan bagi masyarakat untuk melihat peran nyata NU dalam mengatasi tantangan zaman, terutama dalam konteks keberagaman dan toleransi antarumat beragama.

Kesimpulan

Muktamar ke-35 NU diharapkan tidak hanya menjadi ajang pemilihan pemimpin, tetapi juga sebagai forum untuk merefleksikan perjalanan NU selama satu abad terakhir dan merumuskan visi serta misi di abad kedua. Keberhasilan dalam muktamar ini akan menjadi pondasi bagi perkembangan dan kemajuan NU di masa yang akan datang.

Disclaimer: Penggunaan teknologi AI pada artikel ini ditujukan semata-mata untuk penyempurnaan redaksional.