Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menekankan pentingnya pendekatan persuasif serta edukasi berkelanjutan sebagai strategi utama dalam mengembalikan fungsi ekologis Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto. Upaya ini dipandang krusial mengingat peran vital kawasan hutan raya tersebut dalam menjaga keseimbangan alam di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurut pihak OIKN, pemulihan fungsi Tahura Bukit Soeharto tidak dapat dilakukan hanya melalui tindakan administratif atau pengawasan fisik semata. Dibutuhkan kesadaran kolektif dari warga sekitar dan masyarakat luas untuk bersama-sama menjaga kelestarian kawasan tersebut. Dengan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai dampak kerusakan hutan, diharapkan muncul rasa memiliki dan tanggung jawab untuk melindungi aset alam yang berharga ini.
Strategi edukasi yang dijalankan mencakup sosialisasi mengenai pentingnya menjaga ekosistem hutan serta pemberian pemahaman terkait batasan pemanfaatan kawasan Tahura. OIKN berharap melalui dialog yang terbuka dan persuasif, masyarakat dapat beralih dari pola pemanfaatan lahan yang merusak menjadi pola pelestarian yang berkelanjutan.
Selain itu, OIKN berkomitmen untuk terus mengawal proses rehabilitasi kawasan ini agar Tahura Bukit Soeharto dapat kembali menjalankan fungsinya sebagai paru-paru kota, area konservasi keanekaragaman hayati, serta ruang terbuka hijau yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Sinergi antara pemerintah, pengelola kawasan, dan warga lokal menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan visi IKN sebagai kota hutan yang berkelanjutan.
Tahura Bukit Soeharto sendiri merupakan kawasan konservasi yang memiliki peran penting dalam menjaga tata air dan keanekaragaman flora serta fauna di Kalimantan Timur. Sebagai bagian dari pengembangan IKN, pelestarian hutan kota menjadi salah satu pilar utama dalam konsep pembangunan 'Forest City', di mana pembangunan infrastruktur modern tetap berdampingan dengan upaya pemulihan lingkungan untuk mencegah bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.






