Pengurus Pusat Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PABI) menegaskan kesiapannya dalam mendukung pemerintah untuk menangani pasien yang menjadi korban bencana. Langkah ini diambil sebagai bentuk respons cepat organisasi profesi medis dalam menghadapi situasi darurat yang membutuhkan tindakan bedah segera.
PABI menyatakan bahwa mereka telah menyiapkan tenaga dokter spesialis bedah yang kompeten untuk diterjunkan ke wilayah terdampak bencana. Fokus utama dari bantuan ini adalah memberikan penanganan medis yang tepat bagi pasien dengan luka berat atau cedera serius yang memerlukan tindakan operasi, guna meminimalisir risiko cacat permanen hingga kematian.
Kesiapan ini mencakup koordinasi intensif antara pengurus pusat dengan anggota di berbagai daerah. Dengan adanya sistem mobilisasi dokter bedah yang terstruktur, PABI berharap proses evakuasi dan penanganan medis di lapangan dapat berjalan lebih efektif dan efisien, terutama pada masa-masa kritis setelah bencana terjadi.
Selain menyediakan tenaga ahli, PABI juga berkomitmen untuk bersinergi dengan instansi kesehatan pemerintah dan lembaga kemanusiaan lainnya. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai krusial agar distribusi bantuan medis tidak tumpang tindih dan tepat sasaran bagi pasien yang paling membutuhkan tindakan bedah darurat.
Sebagai organisasi profesi, PABI memiliki peran strategis dalam menjaga standar pelayanan bedah di Indonesia. Dalam konteks manajemen bencana, peran dokter bedah sangat vital karena luka trauma akibat reruntuhan, kecelakaan, atau bencana alam lainnya seringkali memerlukan intervensi bedah segera untuk menyelamatkan nyawa pasien.






