Pakar: Harga Pertamax Belum Turun karena Pertimbangan Formula dan Stabilitas Harga
Jakarta, 5 November 2023 - Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax masih bertahan di angka Rp 12.500 per liter. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar di masyarakat terkait kapan harga Pertamax akan turun. Menurut pakar ekonomi energi, Dr. Ahmad Setiawan, penetapan harga BBM khususnya Pertamax tidak semudah merubah angka di papan harga.
Dr. Setiawan, yang merupakan dosen di Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa terdapat beberapa pertimbangan yang mendasari keputusan pemerintah untuk tidak menurunkan harga Pertamax saat ini. "Salah satu faktor utama adalah formula harga yang digunakan oleh pemerintah untuk menentukan harga BBM. Formula ini mempertimbangkan banyak elemen, termasuk harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, dan biaya distribusi," papar Dr. Setiawan.
- Harga Minyak Dunia: Fluktuasi harga minyak mentah yang masih tinggi menjadi salah satu alasan mengapa harga Pertamax tidak dapat diturunkan.
- Nilai Tukar Rupiah: Penguatan dolar Amerika Serikat terhadap rupiah juga berpengaruh terhadap besaran harga BBM.
- Biaya Distribusi: Kenaikan biaya distribusi dan logistik juga menjadi faktor yang harus dipertimbangkan.
Lebih lanjut, Dr. Setiawan menambahkan bahwa stabilitas harga juga menjadi faktor penting yang harus diperhatikan. "Jika pemerintah terburu-buru menurunkan harga, ada risiko harga bisa melonjak kembali di masa depan. Ini bisa mempengaruhi inflasi dan stabilitas ekonomi secara keseluruhan," ungkapnya.
Dalam konteks ini, pemerintah diharapkan dapat melakukan analisis komprehensif guna menghindari keputusan yang bisa merugikan masyarakat dan perekonomian. Masyarakat diminta untuk bersabar hingga adanya perubahan di pasar global yang dapat berpengaruh positif terhadap harga BBM domestik.