Nasional

Pameran PBB di Jakarta Ungkap Sisi Kelam Perbudakan Era Kolonial Belanda

Pameran PBB di Jakarta Ungkap Sisi Kelam Perbudakan Era Kolonial Belanda

Pusat Informasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN Information Centre) bekerja sama dengan Universitas BINUS menyelenggarakan sebuah pameran keliling bertajuk "Slavery". Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi serta membuka kembali ingatan publik mengenai sejarah kelam praktik perbudakan yang terjadi selama masa penjajahan Belanda di Indonesia.

Dalam pameran tersebut, pengunjung dapat menyimak berbagai narasi sejarah yang dikemas secara mendalam. Fokus utama dari eksibisi ini adalah penyajian sepuluh kisah personal yang menggambarkan penderitaan dan perjuangan individu yang terbelenggu dalam sistem perbudakan kolonial. Melalui pendekatan cerita personal, pameran ini berupaya memanusiakan sejarah sehingga pengunjung tidak hanya melihat angka statistik, tetapi juga merasakan dampak psikologis dan sosial dari penindasan masa lalu.

Kolaborasi antara lembaga internasional seperti PBB dan institusi pendidikan seperti Universitas BINUS menunjukkan pentingnya pelestarian memori kolektif mengenai hak asasi manusia. Pameran ini diharapkan dapat menjadi sarana refleksi bagi generasi muda tentang pentingnya kebebasan dan martabat manusia, serta memastikan bahwa kekejaman serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Secara historis, praktik perbudakan merupakan bagian integral dari sistem ekonomi kolonial Belanda di Nusantara, di mana tenaga kerja paksa digunakan secara masif untuk mengelola perkebunan dan infrastruktur demi keuntungan pemerintah kolonial. Isu perbudakan dan kerja paksa telah menjadi topik diskusi panjang dalam hubungan diplomatik antara Indonesia dan Belanda, terutama terkait dengan pengakuan atas pelanggaran hak asasi manusia berat yang terjadi selama periode penjajahan.

#Sejarah#Kolonial Belanda#Hak Asasi Manusia#PBB#Universitas BINUS

Rekomendasi Produk

Lihat Semua →