Menyimpan makanan sisa di dalam lemari pendingin atau kulkas seringkali dianggap sebagai cara paling praktis untuk menjaga ketahanan pangan di rumah. Namun, banyak masyarakat yang belum menyadari bahwa proses penyimpanan yang keliru justru dapat mengubah makanan tersebut menjadi ancaman bagi kesehatan.
Rosyda Dianah, seorang dosen dari Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi, Sekolah Vokasi IPB University, memberikan peringatan mengenai risiko ini. Menurutnya, metode penyimpanan yang tidak tepat dapat memicu pertumbuhan mikroorganisme berbahaya pada makanan sisa. Hal ini pada akhirnya berpotensi menyebabkan penyakit bawaan makanan atau foodborne diseases bagi siapa saja yang mengonsumsinya.
Risiko kontaminasi ini biasanya terjadi ketika makanan disimpan dalam suhu yang tidak konsisten atau dibiarkan terlalu lama di suhu ruang sebelum dimasukkan ke dalam pendingin. Oleh karena itu, pemahaman mengenai manajemen penyimpanan makanan yang benar menjadi sangat krusial untuk mencegah terjadinya keracunan makanan di lingkungan keluarga.
Penggunaan wadah yang kedap udara serta pengaturan suhu kulkas yang optimal disarankan untuk meminimalisir risiko tersebut. Dengan menerapkan standar kebersihan dan prosedur penyimpanan yang tepat, kualitas nutrisi makanan dapat terjaga lebih lama sekaligus menghindari risiko infeksi bakteri yang berbahaya bagi sistem pencernaan.






