Kawasan bersejarah Kotagede kembali dimeriahkan dengan penyelenggaraan Pasar Lawas Mataram. Memasuki tahun ketujuh pelaksanaannya, festival budaya ini kembali hadir untuk memperkenalkan kekayaan tradisi dan potensi lokal kepada masyarakat luas.
Pada edisi kali ini, Pasar Lawas Mataram mengusung tema khusus, yakni 'Momor, Momong, Momot'. Tema tersebut menjadi landasan filosofis dalam penyelenggaraan acara, yang menekankan pada nilai-nilai kebersamaan, pengayoman, serta kemampuan untuk menampung berbagai perbedaan dalam satu harmoni budaya.
Ada hal menarik dalam pelaksanaan tahun ini, di mana prosesi pembukaan acara sengaja dilaksanakan pada sore hari. Perubahan jadwal pembukaan ini memberikan nuansa yang berbeda dibandingkan dengan penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya, menciptakan atmosfer yang lebih syahdu dan khas bagi para pengunjung yang hadir di kawasan Kotagede.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen bagi warga lokal, tetapi juga menjadi daya tarik wisata bagi pengunjung dari luar daerah. Berbagai produk kerajinan khas Kotagede, kuliner tradisional, hingga pertunjukan seni ditampilkan untuk memperkuat identitas budaya Mataram Islam yang melekat kuat di wilayah tersebut.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan warisan leluhur tetap terjaga di tengah arus modernisasi. Pasar Lawas Mataram bukan sekadar pasar tradisional sementara, melainkan ruang edukasi budaya yang menghubungkan generasi muda dengan akar sejarah mereka di Yogyakarta.






