Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, memberikan pernyataan resmi terkait statusnya setelah tidak lagi mengemban amanah sebagai menteri dalam kabinet. Meskipun masa jabatannya telah berakhir, Pratikno menegaskan bahwa hal tersebut tidak menghentikan semangatnya untuk tetap mengabdi dan bekerja bagi kepentingan bangsa.
Kehadiran Pratikno dalam acara pelantikan pejabat yang menggantikan posisinya menjadi simbol transisi kepemimpinan yang harmonis. Dalam kesempatan tersebut, ia menunjukkan dukungan penuh terhadap suksesornya guna memastikan keberlanjutan program-program strategis yang telah dirancang sebelumnya.
Lebih lanjut, Pratikno mengungkapkan bahwa dirinya masih memiliki berbagai agenda penting yang akan dijalankan ke depan. Baginya, kontribusi terhadap negara tidak hanya terbatas pada posisi struktural di pemerintahan, melainkan dapat dilakukan melalui berbagai peran lain yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Sikap tenang dan profesional yang ditunjukkan Pratikno ini memberikan sinyal positif mengenai stabilitas koordinasi di lingkungan pemerintahan, terutama dalam mengawal agenda pembangunan manusia dan kebudayaan yang menjadi fokus utama kementerian tersebut.
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) merupakan lembaga pemerintah yang memiliki peran krusial dalam mengoordinasikan berbagai kementerian teknis. Fokus utamanya meliputi penanganan kemiskinan, peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, hingga penguatan budaya nasional. Sebagai lembaga koordinasi, efektivitas Kemenko PMK sangat menentukan keberhasilan program strategis nasional dalam meningkatkan indeks pembangunan manusia di Indonesia.






