PBNU Verifikasi Kesiapan NTB Jadi Tuan Rumah Muktamar NU 2026
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melakukan verifikasi kesiapan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menjadi tuan rumah Muktamar NU yang dijadwalkan pada tahun 2026. Kegiatan ini merupakan langkah penting dalam memastikan semua aspek penyelenggaraan muktamar dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Dalam kunjungannya ke NTB, tim PBNU diterima langsung oleh Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, serta jajaran pengurus Nahdlatul Ulama tingkat provinsi. Gubernur sangat menyambut baik kesempatan ini dan berkomitmen untuk mendukung sepenuhnya penyelenggaraan Muktamar NU di daerahnya.
“Kami siap memberikan fasilitas yang dibutuhkan dan memastikan keamanan bagi semua peserta yang hadir,” ujar Zulkieflimansyah dalam keterangan resminya.
Verifikasi tersebut mencakup berbagai aspek mulai dari tempat lokasi, akomodasi, hingga fasilitas transportasi. Tim PBNU juga mengunjungi beberapa lokasi yang diusulkan sebagai tempat pelaksanaan muktamar, termasuk arena utama dan tempat akomodasi peserta.
- Fasilitas: Tim PBNU mengacu kepada ketersediaan hotel, ruang pertemuan, serta aksesibilitas transportasi untuk peserta dari luar daerah.
- Keamanan: PBNU memastikan bahwa keamanan acara adalah prioritas utama dengan pengawasan yang ketat.
- Partisipasi masyarakat: Keterlibatan masyarakat lokal dalam acara ini juga menjadi perhatian, mengingat NU berakar kuat di wilayah tersebut.
Dari hasil verifikasi ini, PBNU berharap Muktamar NU di NTB dapat menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan NU. Selain itu, diharapkan muktamar ini juga bisa menjadi ajang promosi budaya dan pariwisata NTB di tingkat nasional.
Kegiatan Muktamar NU yang diadakan setiap lima tahun sekali menjadi platform bagi NU untuk mengevaluasi pencapaian serta merumuskan program-program strategis ke depan. Dengan ditunjuknya NTB sebagai tuan rumah, diharapkan bisa memberi dampak positif bagi perkembangan organisasi keagamaan ini serta masyarakat sekitar.