PORTALSOLUSINDO
Nasional

Hadiri Peletakan Batu Pertama Masjid Hajjah Yuliana di Melbourne, JK: Bukan Hanya untuk Beribadah

Oleh: Reza RahadianSabtu, 27 Juni 2026 pukul 17.57
Hadiri Peletakan Batu Pertama Masjid Hajjah Yuliana di Melbourne, JK: Bukan Hanya untuk Beribadah
[Iklan AdSense 728x90]

Hadiri Peletakan Batu Pertama Masjid Hajjah Yuliana di Melbourne, JK: Bukan Hanya untuk Beribadah

Melbourne – Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Hajjah Yuliana di Melbourne, Australia, pada Sabtu (14/10). Acara tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan antar komunitas dan menjadi simbol kerukunan umat beragama di tanah perantauan.

Dalam sambutannya, JK menekankan pentingnya masjid bukan hanya sebagai tempat beribadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan budaya. "Masjid harus menjadi tempat di mana semua orang bisa berkumpul, berbagi, dan belajar. Kami berharap Masjid Hajjah Yuliana bisa menjadi jembatan antara berbagai budaya dan etnis yang ada di Melbourne," ungkap JK.

  • Penguatan Jaringan Komunitas: JK berharap masjid ini dapat mendukung komunitas Indonesia dan umat Islam di sekitar, serta menjadi pusat informasi dan pengembangan bagi generasi muda.
  • Dialog Antar Agama: Selain ritual ibadah, JK juga mengajak masyarakat untuk aktif mengadakan dialog lintas agama yang konstruktif, guna menciptakan suasana damai di tengah masyarakat yang multikultural.

Pembangunan Masjid Hajjah Yuliana ini didanai melalui sumbangan dari berbagai pihak, termasuk komunitas Muslim Indonesia di Australia. Acara peletakan batu pertama dihadiri oleh berbagai tokoh agama, pemimpin komunitas, dan masyarakat setempat, yang menunjukkan antusiasme besar terhadap proyek ini.

JK juga mengingatkan bahwa keberadaan masjid sangat strategis, terutama dalam membantu masyarakat memahami ajaran Islam secara mendalam. "Kita perlu tampilkan Islam yang rahmatan lil alamin, sebagai agama yang membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi umat manusia," tambahnya.

Acara ini diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu ulama lokal, sebagai harapan agar pembangunan masjid dapat berjalan lancar dan bermanfaat bagi semua masyarakat.

Disclaimer: Penggunaan teknologi AI pada artikel ini ditujukan semata-mata untuk penyempurnaan redaksional.