Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Barat secara resmi memberlakukan skema rekayasa lalu lintas di kawasan Kebon Jeruk. Langkah strategis ini diambil guna mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan dan kemacetan panjang yang dipicu oleh adanya proyek pembangunan jembatan di wilayah tersebut.
Pengalihan arus lalu lintas dilakukan untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan meskipun ada penyempitan jalan akibat aktivitas konstruksi. Sudinhub menekankan bahwa penyesuaian jalur ini merupakan langkah preventif agar volume kendaraan yang melintasi area Kebon Jeruk tidak terkonsentrasi pada satu titik yang sedang mengalami pengerjaan fisik.
Petugas di lapangan telah disiagakan untuk mengarahkan para pengguna jalan agar mengikuti rambu-rambu pengalihan yang telah terpasang. Masyarakat diimbau untuk lebih memperhatikan rambu petunjuk jalan dan mengikuti arahan petugas guna menghindari risiko kemacetan yang lebih parah, terutama pada jam-jam sibuk saat volume kendaraan meningkat.
Selain itu, para pengendara disarankan untuk mencari jalur alternatif guna mempercepat waktu tempuh dan menghindari area pembangunan. Koordinasi antara Sudinhub dengan pihak terkait terus dilakukan guna memantau efektivitas rekayasa lalu lintas ini, sehingga dampak negatif dari pembangunan infrastruktur terhadap kelancaran transportasi dapat diminimalisir.
Kawasan Kebon Jeruk sendiri merupakan salah satu wilayah di Jakarta Barat yang memiliki tingkat kepadatan lalu lintas cukup tinggi karena menjadi jalur penghubung antarwilayah. Pembangunan infrastruktur jembatan dan jalan di ibu kota seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen transportasi kota, mengingat tingginya volume kendaraan pribadi dan transportasi umum yang melintas setiap harinya.






