PORTALSOLUSINDO
Nasional

Pemkot Jayapura Dorong Regulasi Lindungi Ekosistem Sagu Demi Ketahanan Pangan

Oleh: Rizky PratamaSelasa, 30 Juni 2026 pukul 02.42
Pemkot Jayapura Dorong Regulasi Lindungi Ekosistem Sagu Demi Ketahanan Pangan
[Iklan AdSense 728x90]

Pemkot Jayapura Dorong Regulasi Lindungi Ekosistem Sagu Demi Ketahanan Pangan

Jayapura, Papua - Pemerintah Kota Jayapura terus berupaya untuk melindungi ekosistem sagu yang merupakan salah satu sumber ketahanan pangan lokal. Dalam upaya ini, Pemkot Jayapura mendorong pembuatan regulasi yang dapat melindungi dan memanfaatkan sumber daya sagu secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Pertanian Kota Jayapura, Ir. Yohanis Silas, mengungkapkan bahwa sagu merupakan komoditas penting bagi masyarakat Papua. "Sagu menjadi salah satu pangan pokok yang sangat penting bagi masyarakat di sini. Kami perlu memastikan bahwa ekosistem sagu ini terlindungi dari kerusakan dan eksploitasi berlebihan," ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (3/10).

Menurut Yohanis, setiap tahun potensi produksi sagu di Jayapura mencapai ratusan ton. Namun, pertumbuhan perkebunan sagu sering terancam oleh alih fungsi lahan dan kegiatan industri yang tidak berkelanjutan. Untuk itu, regulasi yang jelas menjadi sangat penting.

  • Penguatan hukum untuk melindungi kawasan sagu dari konversi lahan.
  • Promosi penggunaan sagu sebagai bahan pangan yang bergizi dan bernilai ekonomi.
  • Pendidikan masyarakat mengenai teknik budidaya sagu yang ramah lingkungan.

Lebih lanjut, Yohanis menjelaskan bahwa pihaknya juga berencana untuk melibatkan masyarakat dalam proses pembuatan regulasi ini. "Kami ingin masyarakat berperan aktif dalam menjaga ekosistem sagu. Dengan dukungan dari masyarakat, kebijakan yang dihasilkan diharapkan lebih efektif dan berkelanjutan," tambahnya.

Inisiatif ini juga sejalan dengan program pemerintah terkait ketahanan pangan nasional. Pemkot Jayapura berharap bisa memberikan contoh bagi daerah lain di Indonesia dalam melindungi sumber daya alam yang esensial untuk kelangsungan hidup masyarakat.

Sagu, yang dikenal sebagai sumber karbohidrat, juga memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi produk-produk turunan seperti tepung sagu, sehingga memberikan nilai tambah bagi pertanian lokal. Dengan diversifikasi produk, masyarakat diharapkan bisa mendapatkan pendapatan yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan.

Kota Jayapura memiliki banyak potensi sumber daya alam yang belum sepenuhnya dioptimalkan. Dengan adanya regulasi ini, harapannya adalah ekosistem sagu akan terus terjaga, serta ketahanan pangan masyarakat dapat tercapai secara berkelanjutan.

Disclaimer: Penggunaan teknologi AI pada artikel ini ditujukan semata-mata untuk penyempurnaan redaksional.