Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan rencana penataan terpadu untuk kawasan bantaran Kali Krukut. Proyek penataan ini akan menyasar area sepanjang 2,3 kilometer dengan mengedepankan pendekatan humanis, di mana pemerintah memastikan bahwa seluruh proses perbaikan infrastruktur dilakukan tanpa adanya penggusuran pemukiman warga.
Fokus utama dari program penataan ini adalah peningkatan kualitas lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat di sekitar aliran sungai. Salah satu langkah konkret yang akan diambil adalah pembangunan turap atau dinding penahan tanah. Pembangunan turap ini bertujuan untuk memperkuat struktur bantaran sungai guna mencegah terjadinya erosi serta meminimalisir risiko banjir yang kerap melanda wilayah tersebut saat musim penghujan tiba.
Selain aspek fisik bangunan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memberikan perhatian serius pada fasilitas sanitasi warga. Rencananya, akan dilakukan pembenahan dan pembangunan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) komunal yang lebih layak dan higienis. Langkah ini diambil untuk mengedukasi sekaligus mencegah masyarakat membuang limbah rumah tangga langsung ke aliran sungai, sehingga kualitas air Kali Krukut dapat terjaga dengan lebih baik.
Sebagai pelengkap dari penataan fisik, aspek estetika dan ekologi juga menjadi prioritas. Pemerintah akan melakukan penghijauan di sepanjang bantaran sungai melalui penanaman berbagai jenis pohon dan tanaman hias. Upaya penghijauan ini diharapkan tidak hanya mempercantik kawasan sungai, tetapi juga mampu menciptakan ruang terbuka hijau yang memberikan kesejukan bagi warga sekitar serta membantu penyerapan air tanah.
Penataan terpadu ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mengelola kawasan sungai di Jakarta agar tidak hanya berfungsi sebagai saluran pembuangan air, tetapi juga menjadi kawasan yang sehat, tertata, dan nyaman bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya.






