PORTALSOLUSINDO
Internasional

Penjajah Israel Tangkap Mufti Agung Yerussalem Usai Khutbah Jumat, Dilarang Masuk Al Aqsa Sepekan

Oleh: Andi PratamaSabtu, 11 Juli 2026 pukul 08.57
Penjajah Israel Tangkap Mufti Agung Yerussalem Usai Khutbah Jumat, Dilarang Masuk Al Aqsa Sepekan
[Iklan AdSense 728x90]

Penjajah Israel Tangkap Mufti Agung Yerussalem Usai Khutbah Jumat

Yerusalem, 27 Oktober 2023 - Dalam sebuah tindakan yang menuai kecaman internasional, penjajah Israel telah menangkap Mufti Agung Yerussalem, Syekh Mohamed Ahmad Hussein, setelah ia menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Al-Aqsa. Penangkapan ini terjadi pada hari Jumat, 27 Oktober 2023, dan menambahkan ketegangan yang telah lama ada di wilayah yang penuh konflik ini.

Menurut laporan saksi mata, Syekh Hussein ditangkap oleh pasukan keamanan Israel segera setelah menuntaskan khutbahnya, yang memfokuskan pada pentingnya menjaga keberadaan Al-Aqsa bagi umat Muslim di seluruh dunia.

Larangan Masuk Al-Aqsa Sepekan

Usai penangkapannya, Syekh Hussein dikenakan larangan memasuki kompleks Al-Aqsa selama sepekan penuh. Langkah ini dianggap sebagai upaya untuk menekan suara-suara pemimpin agama yang menentang kebijakan Israel di wilayah pendudukan.

Pernyataan Otoritas Palestina

Otoritas Palestina, melalui juru bicaranya, mengutuk keras tindakan tersebut dan menyerukan masyarakat internasional untuk mengambil langkah tegas terhadap penindasan yang dilakukan oleh Israel. "Penangkapan Mufti Agung adalah tindakan yang melanggar hak asasi manusia dan kebebasan beragama," ungkapnya dalam sebuah konferensi pers.

Reaksi Dunia Internasional

  • Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) segera merilis pernyataan resmi yang mengungkapkan keprihatinan atas situasi di Al-Aqsa.
  • Organisasi Liga Arab juga mengutuk tindakan Israel dan menyerukan agar Mufti Agung segera dibebaskan.

Mufti Agung Syekh Mohamed Ahmad Hussein dikenal sebagai suara moderat di kalangan umat Muslim di Yerusalem dan kerap menyuarakan pentingnya toleransi dan perdamaian di Tengah Timur yang penuh dengan ketegangan ini.

Penangkapan ini diharapkan tidak hanya berdampak pada situasi regional, tetapi juga dapat memicu respons massa di seluruh dunia, yang telah lama menyuarakan solidaritas terhadap Palestina.

Disclaimer: Penggunaan teknologi AI pada artikel ini ditujukan semata-mata untuk penyempurnaan redaksional.