Ketergantungan anak-anak terhadap kecerdasan buatan (AI) dalam mencari solusi atas permasalahan pribadi menjadi perhatian serius. Psikolog klinis dan keluarga, Pritta Tyas Mangestuti, menekankan bahwa kehadiran orang tua secara utuh sangat krusial agar anak tidak menjadikan teknologi AI sebagai satu-satunya tempat mengadu atau mencari jawaban atas kegelisahan mereka.
Menurut Pritta, orang tua harus mampu memosisikan diri sebagai tempat yang aman bagi anak untuk bercerita. Ketika anak merasa diterima, didengarkan tanpa penghakiman, dan mendapatkan dukungan emosional dari orang tuanya, mereka cenderung akan lebih terbuka dalam menyampaikan perasaan maupun masalah yang sedang dihadapi. Hal ini penting untuk mencegah anak merasa terisolasi secara emosional di lingkungan rumah.
Kecenderungan anak untuk beralih ke AI sering kali dipicu oleh rasa takut akan reaksi negatif orang tua atau perasaan bahwa orang dewasa tidak memahami perspektif mereka. AI memang memberikan jawaban instan dan tanpa kritik, namun teknologi tersebut tidak memiliki empati, pemahaman kontekstual tentang nilai keluarga, serta kemampuan untuk memberikan pelukan atau dukungan moral yang nyata.
Oleh karena itu, membangun komunikasi dua arah yang sehat menjadi kunci utama. Orang tua diharapkan tidak hanya memberikan instruksi atau teguran, tetapi juga meluangkan waktu untuk mendengarkan secara aktif. Dengan menciptakan ruang dialog yang nyaman, ikatan emosional antara orang tua dan anak akan semakin kuat, sehingga peran teknologi tetap berada pada fungsinya sebagai alat bantu belajar, bukan sebagai pengganti sosok pelindung dan pendengar dalam keluarga.
Dalam perkembangan psikologi anak, dukungan emosional dari keluarga inti merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter dan kesehatan mental. Ketidakmampuan anak dalam mengekspresikan emosinya kepada orang terdekat sering kali memicu stres atau kecemasan yang lebih besar di masa remaja. Di era digital saat ini, tantangan pengasuhan memang semakin kompleks karena persaingan perhatian antara interaksi manusia dengan daya tarik perangkat teknologi yang menawarkan kemudahan akses informasi.






