Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan komitmennya untuk meningkatkan taraf hidup para pekerja pemetik teh yang tersebar di berbagai wilayah perkebunan di Jawa Barat. Sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kesejahteraan buruh tani, Dedi berencana menginisiasi pembangunan rumah layak huni bagi mereka.
Langkah strategis ini diambil setelah Dedi menyoroti kondisi ekonomi dan tempat tinggal para pemetik teh yang dinilai masih memprihatinkan. Menurutnya, peran pemetik teh sangat krusial dalam menjaga produktivitas perkebunan, namun seringkali kesejahteraan mereka terabaikan, terutama terkait akses terhadap hunian yang sehat dan layak.
Program pembangunan rumah ini diharapkan dapat memberikan stabilitas bagi kehidupan keluarga para pekerja kebun. Dengan memiliki tempat tinggal yang lebih memadai, diharapkan kualitas hidup para buruh tani dapat meningkat, yang pada gilirannya akan berdampak positif pada semangat kerja dan produktivitas hasil perkebunan teh di Jawa Barat.
Dedi menekankan bahwa perhatian terhadap sektor perkebunan tidak boleh hanya terfokus pada hasil produksi semata, tetapi juga harus menyentuh aspek kemanusiaan para pekerjanya. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengentaskan kemiskinan di kantong-kantong perkebunan yang selama ini kurang tersentuh bantuan infrastruktur dasar.
Jawa Barat sendiri merupakan salah satu produsen teh terbesar di Indonesia dengan wilayah perkebunan yang luas, terutama di daerah dataran tinggi. Sektor perkebunan teh tidak hanya menjadi penopang ekonomi lokal, tetapi juga menjadi daya tarik wisata alam yang signifikan. Namun, tantangan klasik yang sering dihadapi adalah kesenjangan kesejahteraan antara pengelola perkebunan dengan para buruh harian lepas yang bekerja di lapangan.






