Badan Pusat Statistik (BPS) menekankan bahwa peringatan Hari Statistik Nasional (HSN) yang dirayakan setiap tanggal 26 September bukan sekadar seremoni tahunan. Momen ini menjadi refleksi mendalam mengenai betapa krusialnya peran data yang akurat dan berkualitas dalam mendukung proses pembangunan nasional.
Menurut BPS, ketersediaan data yang valid menjadi fondasi utama bagi pemerintah dalam mengambil keputusan strategis. Tanpa dukungan data yang tepat, kebijakan publik yang dirumuskan berisiko tidak tepat sasaran, sehingga efektivitas program pembangunan dapat terhambat. Oleh karena itu, penguatan sistem statistik nasional menjadi prioritas untuk memastikan setiap langkah pembangunan didasarkan pada bukti empiris yang kuat.
Lebih lanjut, BPS mengajak seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi data. Integrasi data antarlembaga diharapkan dapat menciptakan satu standar informasi yang konsisten, sehingga memudahkan proses monitoring dan evaluasi terhadap capaian pembangunan di berbagai sektor, mulai dari ekonomi hingga kesejahteraan sosial.
Melalui peringatan HSN ini, BPS berkomitmen untuk terus melakukan inovasi dalam pengumpulan dan pengolahan data agar lebih efisien dan relevan dengan kebutuhan zaman. Hal ini mencakup pemanfaatan teknologi digital guna mempercepat penyajian data yang dapat diakses oleh publik secara transparan dan akuntabel.
Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) merupakan lembaga pemerintah non-kementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. BPS memiliki peran sentral dalam menyediakan statistik dasar yang menjadi rujukan bagi perencanaan pembangunan nasional, pemantauan inflasi, hingga perhitungan pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui berbagai survei dan sensus berkala.






