Perkeni: 70 Persen Penyandang Diabetes di Indonesia Belum Terdiagnosis
Pada hari Selasa (24/10), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (Perkeni) mengungkapkan sebuah statistik mengejutkan mengenai diabetes di Indonesia. Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Jakarta, dinyatakan bahwa sekitar 70 persen orang yang menderita diabetes di Tanah Air belum terdiagnosis.
Menurut Ketua Umum Perkeni, Dr. dr. Ari Fahrial Syam, M.Epid, angka ini menunjukkan tantangan besar dalam upaya deteksi dini dan penanganan penyakit diabetes. "Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki diabetes hingga komplikasi serius muncul," jelasnya.
Faktor Penyebab Rendahnya Deteksi Dini
Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap rendahnya tingkat deteksi dini diabetes antara lain:
- Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang gejala diabetes.
- Adanya stigma terhadap pemeriksaan kesehatan.
- Rendahnya akses ke layanan kesehatan di wilayah terpencil.
Lebih lanjut, Dr. Ari menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai diabetes melalui program edukasi dan pemeriksaan kesehatan secara berkala. "Deteksi dini adalah kunci untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Kami mendorong masyarakat untuk melakukan pemeriksaan gula darah secara rutin," tandasnya.
Upaya Pemerintah dan Masyarakat
Pemerintah kini mulai mengambil langkah-langkah proaktif untuk meningkatkan kesadaran akan diabetes. Berbagai program penyuluhan dan pemeriksaan gratis mulai digalakkan di berbagai daerah. Masyarakat juga diharapkan aktif dalam mengejar pemeriksaan kesehatan dan melakukan perubahan gaya hidup yang lebih sehat.
"Kami berharap dengan adanya perhatian lebih dari pemerintah dan kesadaran individu, angka ini dapat menurun dan masyarakat bisa hidup dengan lebih sehat," pungkas Dr. Ari.