Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) bersiap meningkatkan kemampuan operasionalnya melalui pengadaan kendaraan tempur amfibi terbaru. Kepala Staf TNI AL (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali, mengungkapkan bahwa pihaknya dijadwalkan akan menerima 105 unit kendaraan tempur amfibi jenis AAV-M35.
Pengadaan armada tempur ini tidak dilakukan secara sekaligus, melainkan akan dilaksanakan secara bertahap dalam kurun waktu tiga tahun ke depan. Langkah strategis ini diambil guna memastikan kesiapan personel dalam mengoperasikan alutsista baru serta memastikan proses integrasi ke dalam sistem pertahanan laut berjalan dengan optimal.
Kehadiran AAV-M35 diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap kapabilitas pendaratan amfibi TNI AL. Kendaraan jenis ini dirancang khusus untuk mampu bergerak di medan air maupun daratan, sehingga sangat efektif dalam mendukung operasi proyeksi kekuatan serta pengamanan wilayah pesisir dan pulau-pulau terluar Indonesia.
Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan bahwa penambahan jumlah kendaraan tempur amfibi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memodernisasi peralatan pertahanan negara. Dengan armada yang lebih modern dan jumlah yang mencukupi, TNI AL diharapkan mampu merespons berbagai ancaman keamanan dengan lebih cepat dan tepat, sekaligus memperkuat kedaulatan wilayah perairan NKRI.
Modernisasi alutsista merupakan agenda rutin TNI untuk menjaga keseimbangan kekuatan militer di kawasan Asia Tenggara. Pengadaan kendaraan amfibi seperti AAV-M35 menjadi sangat krusial mengingat karakteristik geografis Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, di mana koordinasi antara kekuatan laut dan darat dalam operasi pendaratan menjadi kunci utama dalam strategi pertahanan pantai.






