Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) wilayah Jawa Barat V mengambil langkah konkret dalam menekan penyebaran virus rabies melalui aksi vaksinasi massal. Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan World Rabies Day 2026, yang menjadi momentum penting bagi para tenaga medis veteriner untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit zoonosis tersebut.
Dalam aksi nyata kali ini, PDHI Jabar V berhasil memberikan vaksinasi kepada lebih dari 1.000 ekor hewan. Langkah preventif ini menyasar hewan-hewan peliharaan maupun hewan penular rabies (HPR) yang berada di lingkungan masyarakat, guna memastikan terciptanya kekebalan kelompok (herd immunity) pada populasi hewan di wilayah tersebut.
Selain fokus pada pemberian vaksin, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi pemilik hewan. Para dokter hewan menekankan pentingnya pemantauan kesehatan hewan secara rutin serta kewaspadaan terhadap gejala rabies, mengingat penyakit ini dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.
Komitmen PDHI Jabar V dalam pengendalian rabies ini diharapkan dapat menurunkan risiko penularan dari hewan ke manusia. Sinergi antara tenaga medis hewan dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan wilayah yang bebas dari ancaman rabies, sehingga keamanan dan kesehatan masyarakat dapat lebih terjamin.
Rabies merupakan penyakit infeksi virus yang menyerang sistem saraf pusat dan bersifat zoonosis, artinya dapat menular dari hewan ke manusia melalui air liur, biasanya lewat gigitan atau cakaran. Penyakit ini sangat berbahaya karena jika gejala klinis sudah muncul pada manusia, tingkat kematiannya hampir mencapai 100 persen. Oleh karena itu, vaksinasi rutin pada hewan penular rabies menjadi strategi paling efektif dalam memutus rantai penularan penyakit mematikan ini di berbagai belahan dunia.






