Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, menjadi saksi momen kebersamaan antara ratusan santri dan personel Kepolisian Republik Indonesia (Polri) pada Sabtu lalu. Pertemuan ini terwujud dalam acara bertajuk "Ngaji Kebangsaan" yang menghadirkan ulama kharismatik, KH Ahmad Bahauddin Nur림 alias Gus Baha, sebagai pembicara utama.
Acara ini dirancang sebagai wadah untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkokoh rasa persatuan di tengah masyarakat. Dalam suasana yang khidmat namun santai, para santri dan anggota Polri tampak duduk berdampingan, menyimak wejangan keagamaan yang disampaikan oleh Gus Baha. Sinergi antara institusi keamanan dan kalangan pesantren ini diharapkan dapat menciptakan stabilitas sosial yang harmonis.
Dalam penyampaiannya, Gus Baha menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan sikap saling menghormati antar sesama warga negara. Nilai-nilai kebangsaan yang dipadukan dengan ajaran agama diharapkan mampu menjadi pondasi kuat bagi generasi muda, khususnya para santri, dalam menghadapi dinamika sosial saat ini. Kehadiran Polri dalam kegiatan ini juga menunjukkan sisi humanis aparat penegak hukum yang ingin lebih dekat dengan masyarakat melalui pendekatan spiritual dan edukatif.
Kegiatan ini bukan sekadar ritual keagamaan rutin, melainkan sebuah pesan simbolis bahwa kolaborasi antara ulama, santri, dan pemerintah—termasuk Polri—adalah kunci utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dengan mengedepankan dialog dan pemahaman agama yang moderat, diharapkan potensi konflik dapat diminimalisir dan semangat gotong royong tetap terjaga.
Secara umum, tradisi pengajian atau "ngaji" merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Indonesia, terutama di lingkungan pesantren. Kegiatan semacam ini sering kali menjadi sarana efektif untuk menyebarkan pesan perdamaian dan moderasi beragama. Di tengah arus globalisasi dan polarisasi informasi, peran tokoh agama seperti Gus Baha menjadi krusial dalam memberikan arahan agar masyarakat tetap berpegang teguh pada nilai-nilai toleransi dan cinta tanah air.






