Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, mengungkapkan rencana strategis pemerintah dalam mengoptimalkan pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Salah satu langkah utama yang diambil adalah dengan menerapkan sistem penempatan manajer koperasi secara lintas daerah guna memastikan pemerataan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Kebijakan ini diambil sebagai upaya untuk memutus rantai stagnasi pengelolaan koperasi di tingkat desa. Dengan menempatkan manajer dari daerah yang berbeda, pemerintah berharap adanya transfer pengetahuan dan inovasi manajemen yang lebih segar. Langkah ini dinilai penting agar tata kelola koperasi di berbagai wilayah tidak hanya terpusat pada daerah tertentu, tetapi dapat berkembang secara merata di seluruh Indonesia.
Ferry menekankan bahwa penguatan SDM merupakan kunci utama dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing koperasi desa. Manajer yang ditempatkan lintas daerah diharapkan mampu membawa perspektif baru dalam mengelola potensi lokal, sehingga KDKMP dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat desa yang lebih efektif dan efisien.
Selain aspek manajerial, program ini juga bertujuan untuk menciptakan standar operasional yang seragam namun tetap adaptif terhadap kebutuhan lokal. Dengan adanya rotasi dan penempatan lintas wilayah, para pengelola koperasi dapat saling belajar mengenai praktik terbaik (best practices) yang telah berhasil diterapkan di daerah lain, sehingga mempercepat proses transformasi digital dan modernisasi koperasi di tingkat akar rumput.
Koperasi di Indonesia memiliki peran krusial sebagai soko guru perekonomian nasional. Sebagai lembaga keuangan mikro yang berbasis keanggotaan, koperasi desa diharapkan mampu memberikan akses permodalan dan pemasaran yang lebih luas bagi petani, nelayan, serta pelaku UMKM di pedesaan. Penguatan manajemen melalui penempatan SDM yang kompeten menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kontribusi koperasi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.





