Pengurus baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melakukan kunjungan resmi ke Istana Negara untuk bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan strategis ini dipimpin langsung oleh Gus Kikin guna menjalin komunikasi awal antara kepengurusan baru organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia tersebut dengan kepala negara.
Dalam pertemuan tersebut, fokus utama pembahasan terletak pada penguatan persatuan nasional serta koordinasi langkah-langkah strategis ke depan. Kedua belah pihak menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan organisasi keagamaan dalam menjaga stabilitas serta harmoni di tengah masyarakat.
Selain membahas mengenai persatuan, agenda pertemuan ini juga mencakup rencana pelaksanaan pelantikan pengurus baru PBNU. Berdasarkan hasil diskusi, prosesi pelantikan tersebut direncanakan akan berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober mendatang.
Pemilihan momentum Hari Santri sebagai waktu pelantikan dinilai memiliki makna filosofis yang kuat, mengingat peran besar santri dan ulama dalam memperjuangkan serta menjaga kemerdekaan Republik Indonesia. Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat antara PBNU dan pemerintahan Presiden Prabowo dalam berbagai program pembangunan nasional.






