Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mulai melakukan langkah strategis dalam mempersiapkan penyelenggaraan Muktamar yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2027 mendatang. Salah satu fokus utama dalam persiapan ini adalah memastikan stabilitas keamanan dan ketertiban selama rangkaian acara besar tersebut berlangsung.
Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, PP Muhammadiyah secara resmi mengajukan permohonan dukungan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Dukungan yang diharapkan meliputi pengawalan serta pengamanan menyeluruh agar seluruh agenda Muktamar dapat berjalan dengan lancar, kondusif, dan tanpa kendala berarti.
Langkah koordinasi dini ini dinilai penting mengingat skala Muktamar Muhammadiyah yang melibatkan ribuan delegasi dan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Dengan adanya sinergi antara organisasi kemasyarakatan Islam terbesar kedua di Indonesia ini dengan aparat kepolisian, diharapkan potensi gangguan keamanan dapat dimitigasi sejak awal.
Selain masalah keamanan, koordinasi dengan Polri juga diharapkan dapat membantu dalam pengaturan lalu lintas dan mobilisasi massa yang akan hadir dalam forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi tersebut. Pihak Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan aparat penegak hukum demi kepentingan bersama dan kelancaran acara.
Sebagai salah satu organisasi Islam moderat terbesar di Indonesia, Muhammadiyah memiliki peran signifikan dalam membentuk opini publik serta memberikan kontribusi sosial-keagamaan melalui berbagai lembaga pendidikan dan kesehatan. Muktamar sendiri merupakan forum tertinggi organisasi yang diadakan setiap lima tahun sekali untuk menentukan arah kebijakan organisasi, memilih pimpinan pusat, serta membahas isu-isu strategis keumatan dan kebangsaan.






