PORTALSOLUSINDO
Nasional

PM Singapura Ingin Perkuat Hubungan TNI dan SAF

Oleh: Andi PratamaSelasa, 07 Juli 2026 pukul 07.01
PM Singapura Ingin Perkuat Hubungan TNI dan SAF
[Iklan AdSense 728x90]

PM Singapura Ingin Perkuat Hubungan TNI dan SAF

Jakarta, 15 Oktober 2023 - Perdana Menteri (PM) Singapura, Lee Hsien Loong, menegaskan komitmennya untuk memperkuat hubungan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Angkatan Bersenjata Singapura (SAF). Dalam pernyataannya pada konferensi pers setelah pertemuan bilateral dengan Presiden Indonesia, Joko Widodo, PM Lee menyatakan bahwa kerjasama antara kedua negara akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap stabilitas dan keamanan kawasan.

"Kemitraan yang kuat antara TNI dan SAF tidak hanya bermanfaat bagi kedua negara, tetapi juga untuk menjaga perdamaian di Asia Tenggara," ujar PM Lee. Pertemuan tersebut juga membahas berbagai isu strategis dan tantangan keamanan yang dihadapi oleh masing-masing negara.

Fokus pada Latihan Bersama

Dalam upaya untuk memperkuat kerjasama ini, kedua negara berencana untuk meningkatkan frekuensi latihan militer bersama. Latihan ini tidak hanya akan melibatkan simulasi taktis, tetapi juga pelatihan dalam menghadapi bencana alam dan situasi darurat lainnya.

  • Latihan berskala besar yang melibatkan berbagai unit TNI dan SAF.
  • Program tukar menukar personel untuk meningkatkan pemahaman antar kedua angkatan bersenjata.
  • Kerjasama dalam bidang intelijen dan pengembangan teknologi pertahanan.

Pentingnya Stabilitas Kawasan

PM Lee menambahkan bahwa stabilitas kawasan adalah prioritas utama bagi kedua negara, terutama di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat di berbagai belahan dunia. Dengan memperkuat hubungan militer, Singapura dan Indonesia berharap dapat menjadi contoh bagi negara-negara lainnya dalam membangun hubungan bilateral yang harmonis.

Panggilan untuk Multilateralism

Selanjutnya, kedua pemimpin menggarisbawahi pentingnya kolaborasi multilateral dalam menghadapi tantangan global, seperti perubahan iklim, terorisme, dan pandemi. Mereka sepakat untuk terus berdiskusi dan bekerja sama dalam berbagai forum internasional untuk mencapai tujuan bersama.

Kerjasama ini diharapkan tidak hanya memperkuat pertahanan nasional masing-masing negara, tetapi juga berkontribusi pada keamanan dan stabilitas di kawasan Asia Tenggara.

Disclaimer: Penggunaan teknologi AI pada artikel ini ditujukan semata-mata untuk penyempurnaan redaksional.