Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) menyatakan komitmennya untuk terus menjalankan gerakan kebangsaan yang selaras dengan arahan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Hal ini ditegaskan oleh Ketua Presidium PP PMKRI, Sanctus Thomas Aquinas Christian Rettob, dalam sebuah pernyataan resmi.
Menurut Rettob, arah pergerakan PMKRI selama dua tahun terakhir telah dirancang untuk berpijak pada nasihat-nasihat yang diberikan oleh KWI. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa perjuangan mahasiswa Katolik dalam ranah sosial dan politik tetap berada dalam koridor nilai-nilai kemanusiaan dan etika yang dijunjung tinggi oleh gereja.
Lebih lanjut, PMKRI memandang bahwa sinergi antara gerakan mahasiswa dan bimbingan spiritual dari KWI sangat krusial dalam menghadapi dinamika kebangsaan saat ini. Dengan menjadikan nasihat KWI sebagai landasan, PMKRI berharap dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat luas, terutama dalam mengawal isu-isu keadilan sosial dan persatuan nasional.
Gerakan ini bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa untuk hadir di tengah masyarakat. Rettob menekankan bahwa peran PMKRI adalah menjadi jembatan yang menghubungkan aspirasi rakyat dengan kebijakan pemerintah, dengan tetap mengedepankan semangat cinta kasih dan perdamaian sebagaimana yang diajarkan dalam iman Katolik.
Sebagai organisasi mahasiswa, PMKRI terus mendorong anggotanya untuk kritis namun tetap santun dalam menyampaikan aspirasi. Integrasi antara kecerdasan intelektual mahasiswa dan kearifan spiritual dari KWI diharapkan mampu menciptakan pola gerakan yang lebih substansial dan berdampak positif bagi kemajuan bangsa Indonesia.






