Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya memberikan apresiasi tinggi terhadap elemen buruh yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) atas pelaksanaan aksi unjuk rasa yang berlangsung tertib di kawasan Gedung DPR RI.
Pihak kepolisian menilai bahwa penyampaian aspirasi yang dilakukan oleh massa buruh tersebut berjalan dengan kondusif tanpa adanya tindakan anarkis. Ketertiban ini dianggap sebagai bentuk kedewasaan dalam berdemokrasi, di mana tuntutan disampaikan melalui jalur yang tepat tanpa mengganggu ketertiban umum secara berlebihan.
Polda Metro Jaya menekankan pentingnya koordinasi yang baik antara koordinator lapangan aksi dengan aparat keamanan guna memastikan hak menyampaikan pendapat di muka umum tetap terjaga, namun tetap dalam koridor hukum yang berlaku. Sinergi ini dinilai menjadi kunci utama sehingga jalannya demonstrasi tidak menimbulkan gesekan fisik maupun kerusakan fasilitas publik.
Selain itu, pihak kepolisian berharap agar pola aksi yang tertib dan damai seperti ini dapat terus dipertahankan dalam setiap kegiatan penyampaian aspirasi di masa mendatang. Hal ini dianggap penting agar substansi dari tuntutan yang dibawa oleh para buruh dapat tersampaikan dengan lebih efektif kepada pihak pengambil kebijakan tanpa tertutup oleh isu kericuhan.
Sebagai informasi, Gedung DPR/MPR RI merupakan pusat legislasi nasional yang kerap menjadi titik utama penyampaian aspirasi masyarakat Indonesia. Aksi unjuk rasa buruh sendiri merupakan fenomena rutin dalam dinamika sosial-politik di Indonesia, terutama terkait dengan tuntutan kesejahteraan pekerja, peninjauan regulasi ketenagakerjaan, serta penyesuaian upah minimum yang menjadi isu sentral dalam hubungan industrial antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.






